seorang manusia biasa,,, TIDAK LEBIH!!!!

seorang manusia biasa,,, TIDAK LEBIH!!!!
mereka yg memiliki nama EMAS di panggung DUNIA adalah mereka yg selalu mengutamakan kebenaran dan rasa kemanusiaan demi kepentingan orang banyak tanpa pernah memikirkan "BAGAIMANA KEHIDUPAN SAYA SENDIRI!!!!???" namun lebih kepada memikirkan "BAGAIMANA KEHIDUPAN MEREKA NANTINYA???!!!!"

Rabu, 09 Juni 2010

KADO TERLANGKA UNTUK BUNDA ( CERPEN SAYA )

Walau pulau Mutiara terbilang cukup jauh berada di pedalaman dan sangat susah untuk mencapainya ke sana namun banyak orang yang menginginkan dapat menginjakkan kakinya di pulau itu, sebab selain pulaunya yang teramat jauh dari keramaian kota pulau itu memiliki keindahan yang sangat luar biasa ditambah dari kabar-kabar yang merebah bahwa di pulau tersebut terdapat sebuah bunga yang cukup langka serta sulit ‘tuk di jumpai. Orang-orang yang pergi bersama ingin memiliki bunga tersebut dan di kabarkan bunga itu mempunyai harga yang cukup tinggi di pasaran oleh karenanya mereka semua berlomba untuk mendapatkannya.


Pagi yang cerah di sertai merdunya kicauan burung-burung sangat tepat bagi keempat saudara kandung untuk berangkat ke pulau terpencil itu, sebab mereka telah merencanakan kegiatan ini pada jauh-jauh hari sebelumnya. Biarpun telah di rencanakan lama akan tetapi Simon sedang sibuk dengan perlengkapan tidurnya yang masih menempel di tubuhnya, Rossie mengumpulkan baju yang sekiranya cocok untuk di kenakan di sana, dan David lagi asyik mengobrol dengan kawannya melalui telepon genggam miliknya, sementara Rizqi sudah tak sabar untuk sampai di pulau tersebut namun Rizqi yang menyaksikan adik-adiknya seperti itu, mulai tampak marah dan kesal tetapi ia mencoba bersabar dengan kelakuan mereka dan Rizqi berusaha menyuruh mereka agar segera berkemas sebab matahari semakin meninggi.


Kemudian Rizqi pun segera meninggalkan adik-adiknya kebawah untuk memeriksa kendaraan yang akan digunakan menuju pulau Mutiara, tak berapa lama salah seorang adiknya menhampiri Rizqi yang berada di garasi dan adiknya David menyampaikna kabar tentang letak bunga langka itu, sekali lai Rizqi mencoba bersabar dan sambil memandang wajah sang adik mulut kakak dari empat bersaudara ini menghentakkan suara “ ya sudah sekarang kamu kemasi barangmu sebelum kita terbalap oleh oleh orang tua kita, segeralah kau mengemasi dan langsung meluncur ke tujuan kita!!”, karena David mendengar ucapan kakaknya dengan cepat ia pun bergegas menuju kamarnya dan langsung menyambar tas ransel miliknya untuk di isi keperluan selama ia berada di pulau Mutiara.


Selesai mengecek kendaraan, Rizqi kembali rumah untuk mengetahui bahwa adik-adiknya telah bersiap berangkat tetapi apa yang di harapkan malah tidak terjadi, kamar pertama yang di satroni oleh Rizqi adalah kamar adik bungsunya Simon tampak sibuk dengan pakaian yang akan dibawa, menyaksikan Simon yang demikian Rizqi pun melemparkan kata-kata, “ kenapa kamu masih membereskan pakaian? Seharusnya kamu sudah siap Dik!! ” dengan menganggukan kepala serta memberikan senyum, Simon menjawab “ iya Bang aku segera menyelesaikannya dengan cepat!! “, Rizqi pun mendatangi kamar adiknya yang lain, kali ini kamar yang di datangi adalah kamar adik perempuannya Rossie, di sini Rizqi tak melihat perbedaan dari kamar Simon, Rossie masih belum berkemas ia terlihat pusing memilah-milah kosmetik nya dan Rossie menoleh ke arah pintu kamarnya dan menganggukan kepala yang kemudian membawa Rizqi ke kamar David, tidak berbeda dengan adiknya yang lain. David pun masih bergulat dengan waktu, kecepatan, serta perkataan dan itu membuat hati Rizqi kembali gusar.


“ dari pada aku naik pitam karma ulah adik-adik ku, lebih baik aku tunggu mereka dibawah sambil meminum secangkir kopi hangat!! “ berkata Rizqi kepada dirinya sendiri dengn langkah kaki bertolak dari kamar David, setengah cangkir kopi telah ludes di tenggak oleh Rizqi namun belum satu pun dari adik-adiknya yang menjumpainya di bawah, sampai darahnya kian memanas akan tetapi ia kembali berlapang dada oleh sikap serta kelakuan adik-adiknya. Dan ia memulai menunggu dengan rasa yang telah bercampur aduk, ketika Rizqi akan menyeruput kopinya yang selanjutnya, Rossie dating dengan tergesa-gesa hingga membuat cangkir kopi dalam genggamannya tergoyang dan mengguyur sedikit baju Rizqi.. “ maaf kak aku telah membuat kakak menunggu lama, maklumlah kak namanya juga cewek harus bawa perlengkapan kecantikan supaya tampilan ku tetap terlihat cantik di muka umum “ ucap sang adik perempuannya dengan tangan yang membereskan rambut, “ iya, lalu mana adik serta kakak mu David? Mereka belum kelar juga? “ jawab serta tanya Rizqi kepada Rossie yang mana Rizqi sudah menunggu selama setengah jam, “ tak tahulah kak, tadi sih aku lihat mereka sedang membenahi kamar plus mengisi ransel mereka, tapi entah sekarang!! apakah mereka sudah selesai atau belum!! “ jawab gadis muda yang tampangnya tampak tidak karuan, “ ya sudah, kita tunggu mereka bersama-sama “ tegas Rizqi


Karna baju yang dikenakan Rizqi ketumpahan kopinya sendiri maka ia bergegas untuk mengganti pakaiannya tersebut, dan sejalan dengan Rizqi melangkah menuju kamarnya Rossie pun tak mau ketinggalan ia juga merapikan kembali dandanannya yang sempat rusak karma ulahnya sendiri. Sementara itu di lain pihak, David beserta Simon telah selesai dalam memenuhi persyaratan untuk berangkat dan bermalam di pulau Mutiara. Dan mereka pun langsung mluncur ke tempat pertemuan dengan kakaknya Rizqi, tetapi setibanya mereka di sana, sang kakak tak terlihat yang tampak hanya Rossie yang tengah mesra dengan alat-alat kecantikannya. Tak berapa lama anak tertua dari empat bersaudara itu muncul dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya, “ oh kalian telah kumpul? apakah kalian sudah siap untuk berangkat? Apa tidak ada lagi ritual yang harus kalian lakukan sebelum kita menuju ke pulau Mutiara? “ tanya Rizqi kepada ke tiga adiknya, “ sudah!!! Ayo kita berangkat!! “, jawab serentak pasukan anak muda itu, tanpa ada aba-aba keempat saudara itu langsung berangkat dalam keadaan yang penuh keceriaan.


Mereka pun akhirnya melakukan perjalanan ke pulau Mutiara, selama dalam perjalanan mereka mendiskusikan bunga yang terbilang langka yang terdapat di pulau Mutiara karena terlalu asyik mendiskusikannya, Rossie beserta Simon terlelap sementara Rizqi dan David masih dalam keadaan sadar. Sewaktu Rossie dan Simon tertidur dan memang keadaan juga sunyi senyap, Rizqi yang menyetir kendaraan, mencoba membuat keadaan tak serupa tempat tinggal terakhir manusia, jadi ia kembali bertanya kepada David tentang kebenaran bunga langka itu yang terdapat di pulau Mutiara, “ Vid, kamu yakin bunga itu benar ada di pulau Mutiara? Sebab kalau tidak ada kasihan dengan adik-adikmu yang sudah bangun pagi-pagi buta seperti ini ” David memang kurang yakin terhadap keberadaan bunga itu karena ia mendapat kabar bahwa orang-orang yang berpijak serta mencari bunga itu tak pernah membawa buah tangan berupa bunga langka itu, oleh karenanya David mencoba unuk meyakinkan kakaknya, “ ya, sebelumnya gue sudah Tanya sama teman-teman gue anak Pecinta Alam. Mereka bilang bahwa di sana benar-benar ada bunga langka itu!! “ terang David dengan perasaan yang cukup berat hati mengucapkan kata-katanya tersebut. “ hmm… syukur lah kalau begitu, kakak senang dengarnya dan semoga bangunnya adik-adik kamu di pagi buta tak menjadi sebuah kesia-siaan nanti “ tegas sang kakak yang tersenyum, lebar menangkap perkataan dari adiknya.


Hari semakin terang, para makhluk hidup bumi mulai melakukan aktifitasnya namun Rossie dan Simon masih bermanja dengan mimpi-mimpinya serta David bergulat dengan pikirannya yang mana pikirannya membawa serta perkataan yang belum lama di lontarkan kepada Rizqi. Suasana di kendaraan pun kembali sunyi, tak ada yang berbicara tak ada suara manusia, hanya auman mesin kendaraan serta pendingin mobil saja yang menyeruak ke ruangan. Selama setengah hari Rizqi memacu kendaraan dan mereka baru sampai di dermaga yang menjadi perantara untuk perjalaan menuju pulau Mutiara. 3 jam pun berlalu sudah keempat saudara itu pun akhirnya tiba di pulau Mutiara, namun karena hari juga sudah mulai gelap jadi mereka langsung mendirikan tempat teduh dan terpaksa hari itu di gunakan sebagai perjalanan serta peristirahatan sebab setidaknya 9 jam lebih mereka melewati waktu untuk singgah di pulau itu.


Keesokkan harinya, David yang bangun lebih awal mencoba menjelajahi pulau itu hanya untuk mengetahui dimana letak keberadaan bunga langka tersebut, selama Rizqi serta Rossie tertidur dan David menelusuri pulau, Simon sang anak bungsu terbangun dan melihat tenda kakaknya David telah tak berpenghuni, dengan sontak ia berteriak “ kak David hilang!! kak David hilang!! kak Rizqi kak Rossie, ayo bangun, kak David tidak ada di tendanya!! “, “ ada apa sih Mon? pagi-pagi kok sudah teriak-teriak!! mengganggu orang dan penghuni pulau yang masih tidur saja!! Memangnya ada apa? “ seru Rossie yang baru bangun saat mendengar teriakan Simon, “ anu kak, itu kak David tidak ada di tendanya, dia hilang!! “ jawab Simon dengan rasa was-was yang menggumpal. “ ah… paling juga lagi ke belakang, lagi pula kakakmu itu mau pergi kemana? Kita ini sedang berada di pulau jadi tidak mungkin ia akan pergi jauh “ ucap Rizqi sambil membersihkan kotoran mata, “ ya sudah kalau memang kalian tidak mau membantu aku mencarinya! aku bisa mencari Kak David sendiri! ” ungkap Simon dengan nada tinggi. Simon pun segera mencari kakaknya yang tidak tampak di tenda, tetapi saat ia akan mencari kehutan belantara, Simon mendengar suara, “ tunggu!! “ ucap Rossie kepada Simon, “ ada apa Kak Rossie ? ini bukan waktunya untuk marah-marah “ terang Simon yang memang sudah kesal kepada kakaknya, “ coba kamu lihat arah pukul 5-mu!! “ jelas Rossie, Simon pun menoleh kearah yang di beritahukan oleh kakak perempuannya itu, dan ketika ia menengok ke arah tersebut, ia pun kaget sebab ada seekor ular yang tengah siap untuk menerjangnya, Rizqi yang menyaksikan hal tersebut dengan sigap ia mencoba untuk membuang ular itu.


Ketika Rizqi akan membuang ular itu, tiba-tiba saja sebuah pisau belati melayang tepat ke arah ular itu dengan seketika ular itu tak lagi bernyawa. “ si… si… siapa di sana?! “ ucap Rossie, dari arah semak belukar keluar sesosok pria muda “ ini gua David!! “ jawab orang di semak-semak, “ Kak David! kakak dari mana? “ Tanya Simon tersenyum, sambil meninggalkan semak-semak David menjawab, “ habis mencari bunga “ , “ hei kamu tahu tidak, hampir saja pisau mu melayangkan nyawaku!! “ ujar Rizqi, “ yang penting bukan elu yang pergi dari pulau ini! “ terang David bercanda. Setelah kejadian itu keempatnya berkumpul untuk mendiskusikan rencana mereka dalam melakukan pencarian bunga itu, dengan selesainya percakapan, mereka bergegas membagi tugas untuk menyisir pulau tersebut, Rizqi ke Utara, David ke Barat, Rossie ke Timur dan Simon ke Selatan. Tenggelamnya matahari pertanda sebagai selesainya proses pencarian mereka dan tidak ada satu pun dari mereka yang melihat atau melihat di mana keberadaan bunga langka itu, maka pencarian di hentikan lantaran hari pun juga sudah mulai gelap.


Hari ke-dua pun datang dan keenpat anak muda ini kembali melanjutkan pencarian, pencarian pada hari itu berbeda dengan pencarian hari sebelumnya, hari itu pencarian di bentuk menjadi dua kelompok agar penglihatan terbagi-bagi, David bersama Simon dan Rizqi dengan Rossie, selama masa pencarian yang ke-dua ini. Keempat bersaudara itu mengalami banyak masalah dari yang berhadapan dengan serangga hutan hingga cuaca buruk yang datang, oleh karena pencarian pun sempat di tunda akibat cuaca yang kurang mendukung, namun setelah cuaca kembali normal mereka semua melanjutkan pencarian. Pada kesempatan kali ini mereka mencoba menganalisa ulang apa-apa yang terdapat di pulau tersebut dan akhirnya mereka menentukan dalam waktu kurun dua hari kedepan dapat atau pun tidak dapatnya bunga langka tersebut, di pastikan mereka akan pulang dengan tangan hampa sebab memang keberadaan mereka di sana hanya sampai di hari itu. Maka setelah mereka rundingkan masak-masak, akhirnya mereka melanjutkan kembali pencarian, kali ini semua anak muda mencari bersama-sama, mereka mencari tepat di tengah hutan yang sangat rawan akan segala macam marabahaya.
David yang awalnya menolak pun akhirnya ikut dalm regu itu, tapi sifat Simon yang kurang hati-hati dalam melakukan sesuatu membuat pencarian semakin kurang baik dan itu menyebabkan kaki Simon mengalami luka tetapi pencarian terus dilakukan sebab waktu yang dimiliki pun sudah semakin menipis, di tambah dengan tertata Simon bersama kakaknya tetap melakukan pencarian. Karena pencarian di tengah hutan tidak menghasilkan juga dan kondisi Simon pun sedang terluka jadi mereka mencoba untuk segera mempercepat jadwal kepulangannya dari pulau itu namun Rizqi tidak semerta-merta menyetujuinya, karena ia yakin bahwa bunga langka itu passti ada di pulau tersebut hingga ia bersikeras untuk tetap melanjutkan kembali pencariannya pada hari berikutnya, tetapi ke-tiga saudaranya tetap teguh pada keputusan rubahan yaitu kembali ke rumah meskipun sang kaka tidak ikut serta. Dan pada hari ke-tiga Rizqi kembali melakukan pencariannya sementara David, Rossie, dan Simon bergegas utnuk kembali ke tempat tinggalnya, meski terasa berat dalam melakukan pencarian seorang diri, Rizqi terus berusahaa untuk mendapatkan bunga itu, segala rintangan pun silih berganti menghampirinya tetapi ia gigih untuk mencari. Namun kembali lagi Rizqi yang melakukan sendiri pencarian tidak mendapatkan apa pun dan tanpa terasa hari kian menggelap dan rasa lelah mulai hinggap hingga membuatnya menuju ke tenda untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Hari terakhir kini tiba, sewaktu Rizqi terbangun dari tidurnya ia merasa sangat putus asa padahal semula ia begitu bersemangat untuk mencari tapi pada hari itu ia berpikir untuk pulang saja, saat itu juga ia langsung membereskan semua perlengkapan kemahnya tiba-tiba saja perutnya terasa sakit sekali dan itu membuat ia pergi ke belekang untuk membuang hajat. Ketika ia di belakang, ia marah kepada dirinya “ mengapa kemarin aku tidak ikut dengan adik-adik ku, kalau tahu bahwa semua akan begini jadinya, seluruh usahaku semua tak bermakna sama sekali! “ sambil memikirkan ucapannya ia memandangi sekali lagi pemandangan di sekitarnya, tak berapa lama pandangannya terfokuskan pada sesuatu di samping sebuah air terjun, lantas sesaat setelh ia selesai membuang kotoran di dalam perutnya dengan cepat ia meluncur ke tempat benda yang beberapa saat lalu menjadi focus pandangannya. Ia pun tiba tepat di depan air terjun itu kemudian ia menoleh ke arah benda itu dan memperhatikan dengan seksama, ternyata benda itu adalah sesuatu yang belakangan ini ia cari bersama dengan adik-adiknya maka secepat kilat ia memanjat tebing yang penuh dengan lumut serta licin plus dingin akibat cipratan air terjun.


Beberapa saat kemudian Rizqi akhirnya tersadar bahwa ia telah berhasil mendapatkan apa yang selama ini di cari, dan seketika tu juga ia sangat senang serta tersenyum lebar karena sudah mendapatkan bunga langka itu. Ia pun langsung membenahi kembali perlengkapan kemahnya dan tak sabar untuk memperlihatkan apa yang baru saja ia peroleh, “ aku sudah tak tahan melihat raut wajah ke-tiga adik dan ke-dua orangtua ku saat mengetahui bila aku telah mendapatkan bunga langka yang di katakana banyak orang “ ucap Rizqi dengan rasa senang sambil memandangi serta mengelus bunga di genggamannya itu. Selama di perjalanan ia selalu membayangi bagaimana reaksi orang rumah ketika tahu bahwa ia sudah berhasil, selama setengah harian Rizqi melakukan perjalanan menuju kediamannya. Saat itu hari sudah malam dan Rizqi pun telah berada di jalan dekat rumahnya, ketika ia berada tak jauh dari tempat tinggalnya ia melihat begitu banyak orang yang berada di rumahnya sekejap itu pula ia bertanya-tanya “ apakah aku sudah telat untuk menghadiri perayaan ulang tahun Bunda? Tapi tidak mungkin Bunda ulang tahunnya hari ini, sepengetahuanku Bunda berulang tahun itu minggu depan, namun mengapa begitu banyak orang di rumah? memang ada apa? “ dan Rizqi pun meneruskan langkahnya menuju ke kediamannya.


Sebelum ia sempat menginjak rumahnya ia melihat kawannya Ferdy dan Surya yang berjalan menuju ke arahnya dan ia menyaksikan raut ke dua kawannya yang tampak seperti orang selesai menangis, saat kedua kawannya berada tepat di depannya “ Fer, Sur, wajah kalian kenapa? kalian kenapa murung seperti itu? Dan kenapa kalian datang ke rumahku dengan mengenakan pakaian hitam-hitam? Memang siapa yang meninggal? “ Tanya Rizqi kepada sahabat karibnya, akan tetapi ke-dua sahabatnya justru terdiam dan menengok ke arah rumah Rizqi, “ Ferdy!! Surya!! kenapa kalian tidak menjawab? Sebebnarnya apa yang sedang terjadi? Kalian jangan hanya diam saja!! Ayo jawab!! “ tambah Tanya Rizqi kepada pemuda itu dengan nada tinggi. Namun ke-dua temannya malah membiarkan Rizqi sendiri di depan gerbangnya dan Rizqi melihat ke arah mereka sambil berteriak “ oke, kalau kalian menginginkan seperti ini!! Jangan harap aku akan kenal dengan kalian lagi!! “ selesai bermarah ria, Rizqi berjalan kembali menuju ke dalam rumahnya, dan ia pun tiba di muka pintu lalu ia melihat adiknya Simon yang duduk di atas kursi roda dengan tidak memperdulikan rasa penasarannya Rizqi mendatangi Simon dengan menunjukkan bunga langka yang belakangan mereka cari. Simon tampak tak bergeming saat Rizqi memperlihatkannya justru wajahnya terlihat basah serta matanya terus mengeluarkan air mata. Karena merasa tidak di respon oleh adik bungsunya ia pun mencoba untuk memperlihatkan bunga langka itu kepada David tetapi Rizqi kembali mendapatkan hasil yang sama.


Tak berapa lama ia melihat sang Bunda datang bersama Ayah, saat itu ia teramat bingung sebab sepengetahunya Bunda akan pulang minggu depan setelah urusan bisnis di luar kota, “ tetapi tak apalah, biar aku berikan saja bunga ini sekarang, mungkin Bunda juga melakukan ini untuk membuat kami terkejut, jadi aku juga tak mau kalah dengan Bunda, aku akan buat Bunda terkejut karena kado yang akan ku berikan “ ujar Rizqi dengan rasa bahagia dan segera ia melangkah ke tempat Ibundanya berada dengan menjulurkan bunga langka itu padanya, “ Bunda selamat ulang tahun, ini kado dari kami anak-anakmu. Ya walau pun hanya sekuntum bunga tetapi banyak yang mengatakan bahwa bunga ini merupakan salah satu bunga langka loh, dan bunga ini kami dapatkan susah payah meski sebelumnya aku serta adik-adikku menyerah namun sekarang aku telah berhasil mendapatkannya “ seru Rizqi kepada Ibundanya dengan kedua tangannya menjulurkan bunga itu. Saat Rizqi berkata-kata, Ibundanya hanya bersedih dan berdiam dan itu bukan pertama kalinya ia merasakannya sewaktu pertama kali datang di rumahnya.


Kemudian ia pun mengikuti sang Bunda melangkah ke bagian tengah ruangan rumah kesayangannya, sesampainya di dalam ia melihat sebuah peti mati dan di sisinya ada Vera kekasih Rizqi ia tampak bersedih sekali. Ibunda yang sejak awal berdiri di samping Rizqi segera berjalan mengarah ke peti mati itu dengan di sertai tangis. Mendengar perkataan sang Ibu dan keadaan aneh yang di alaminya maka ia berpikir bahwa ia telah tiada, namun serasa tak percaya dengan apa yang ia pikirkan lalu ia mencoba melihat siapa yang berada di dalamnya, ketika melihat isi dari peti tersebut ia pun terkejut dan merasa tak percaya atas apa yang di lihatnya sewaktu ia sedang melangkah berjalan ke tempat duduk, ia mendengar suara “ kenapa kamu menjadi seperti ini nak? Mengapa kamu bisa sampai ceroboh? Tak usah kamu berikan Ibu kado yang istimewa, adanya kabar bahwa anak-anak Ibu dalam keadaan baik-baik saja itu sudah menjadi kado terindah untuk Ibu tiap detiknya “ ucap Ibundanya dengan nada merintih, ketika Rizqi sedang berpangku sedih serta merenungi tentang apa yang terjadi, Rossie datang ke tempat Rizqi berada dan menjelaskan semua yang terjadi setelah mereka pulang lebih awal. “ jadi aku seperti ini di sebabkan aku berhasil memetik bunga itu dan aku terpeleset hingga mengakibatkan aku meninggal dunia? “ Tanya Rizqi kepada adiknya dengan rasa penuh kesedihan, “ iya Kak! “ jawab adik perempuannya.


Setelah mengetahui apa yang sudah terjadi, Rizqi pun menitipkan pesan kepada Rossie, “ tolong kamu sampaikan kepada Bunda serta Vera, bahwa aku sayang dan cinta kepada mereka. Dan katakan juga itu kepada Ayah, Kakak mu David, dan Adik mu Simon, jangan bersedih lagi. Dan berikan ini kepada Bunda, katakan pada Beliau bahwa itu adalah kado terlangka dari kami anak-anak mu. “ pesan Rizqi, “ iya Kak akan aku sampaikan pesan Kakak kepada mereka semua. ” terang Rossie. Sejalan dengan selesainya perkataan dari Rossie bersamaan dengan itu pula Rizqi meninggalkan dunia ini dengan senyum di hati lantaran telah berhasil mendapatkan Bunga Langka itu sebagai Kado Terlangka Untuk Bunda.

Tidak ada komentar: